[BOOK PM] BAB 2 – KABEL DAN TOPOLOGI JARINGAN

2.1 Jenis-Jenis Kabel Jaringan

Saat membangun jaringan komputer tentu tidak lepas dari yang namanya kabel walau saat ini memang sudah banyak vendor-vendor jaringan yang mneyediakan perangkat tanpa kabel (nirkabel), namun tetap saja perangkat tersebut akan menggunakan tetap menggunakan media kabel untuk proses penukaran data ke server pusat demi menjaga kualitas transfer data pada jaringan tersebut.

Pembahasan pada BAB 2 ini akan menitik beratkan pada jenis-jenis kabel yang biasa di gunakan untuk membangun jaringan dan terdapat pula sesi praktikum bagaimana cara membuat kabel jaringan.

Kabel Coaxial

Gambar 2.1 Kabel Coaxial

Kabel ini adalah kabel klasik yang hampir saat ini sudah tidak di gunakan lagi, jika di lihat sekilas kabel ini memiliki bentuk yang hampir mirip dengan kabel antena TV di rumah, kabel ini di gunakan umumnya untuk jenis topologi jaringan BUS dan Ring namun untuk saat ini kabel coaxial sudah tergantikan dengan adanya kabel Twisted Pair yang di rasa cukup plexibel, mudah di gunakan dan memiliki transfer data yang lebih besar dari kabel coaxial.

Twisted Pair

Gambar 2.2 Kabel Twisted Pair

Kabel yang kedua adalah Twisted Pair, sesuai dengan namanaya kabel ini memiliki bentuk fisik yang di pasangkan dengan cara melilitkan antara satu kabel dengan kabel lainya, kabel jenis ini merupakan kabel yang saat ini paling banyak di gunakan untuk membuat sebuah jaringan komputer.

Kabel Twisted Pair Terdapat 3 jenis, diantaranya :

UTP (Unshielded Twisted Pair)

Kabel jenis ini menjadi salah satu kabel yang paling banyak di gunakan untuk membangun jaringan komputer, disamping ekonomis kabel jenis ini mudah untuk di gunakan terutama dalam proses crimping karna tidak memiliki lapisan yang akan menghambat proses pengcrimpingan pada kabel tersebut, namun karna tidak memiliki lapisan pada sisi kabel maka kabel ini menjadi kabel yang lumayan rentan terkena gangguan seperti voltase listrik, medan magnet dan cuaca buruk jika posisi kabel ini terletak di luar ruangan.

Gambar 2.3 Kabel UTP

FTP (Foiled Twisted Pair)

Fungsi kabel ini sama seperti kabel UTP perbedaan yang mendasar adalah pada kabel jenis ini memiliki lapisan pelindung semacam foil sehingga kabel jenis ini lebih tahan terhadap gangguan noise dan magnetic.

Gambar 2.4 Kabel FTP

STP (Shielded Twisted Pair)

Sama seperti kabel FTP yang memiliki pelindung pada susunan kabelnya, kabel STP juga demikian, yang membedakan adalah jenis pelindung pada susunan kabel tersebut. STP juga memiliki kemampuan yang baik dalam menangkal gangguan noise dan magnetic.

Gambar 2.5 kabel STP

Fiber Optic

Fiber Optic adalah jenis kabel yang terdiri dari serat-serat fiber, dan memiliki ukuran lebih kecil juga lebih plexibel di bandingkan dengan kabel twisted pair, pada umumnya kabel jenis ini di gunakan untuk membangun jaringan berskala besar (backbone) namun saat ini kabel ini sudah mulai di gunakan untuk koneksi jaringan dengan skala kecil di karnakan kemampuan akses datanya yang bisa di bilang tercepat dari semua kabel tang telah di bahas sebelumnya

Gambar 2.6 Kabel Fiber Optic


2.2 Praktikum Membuat Kabel Jaringan

Secara umum terdapat dua jenis kabel yang paling sering di gunakan dalam membangun sebuah jaringan baik jaringan tersebut memiliki ruang lingkup kecil sampai besar tetap saja pada sisi central akan menggunakan salah satu dari jenis kabel ini, sebelum memulai praktikum di bawah ini pertama-tama saya akan jelaskan kedua jenis kabel tersebut berikut perbedaan penggunaanya dalam implementasi di lapangan.

Kabel Straight

Kabel jenis ini di gunakan untuk menghubungkan dua buah device yang berbeda, sebagai contoh

  1. Komputer ke Switch Hub
  2. Komputer ke Router
  3. Switch Hub ke Router, dll selama device tersebut berbeda jenis

Kabel Cross

Kabel jenis ini adalah kebalikan dari kabel straight yakni di gunakan untuk menghubungkan dua buah device yang sama, sebagi contoh

  1. Komputer ke Komputer
  2. Switch Hub ke Switch Hub
  3. Router ke Router

Namun dalam beberapa kasus yang pernah saya implementasikan untuk menghubu- ngkan dua buah device yang sama ini pun kita dapat mengguna kan kabel straight

Alat-Alat

Di bawah ini adalah beberapa alat-alat standar yang wajib di miliki untuk membuat kabel jaringan baik itu straight ataupun cross 

  1. Kabel UTP
  2. Connector RJ 45
  3. Tang Crimping
  4. LAN Tester

Urutan Kabel Jaringan

Kabel Straight

  1. Putih Orange
  2. Orange
  3. Putih Hijau
  4. Biru
  5. Putih Biru
  6. Hijau
  7. Putih Coklat
  8. Coklat

Pastikan kedua sisi kabel baik sisi 1 ataupun 2 memiliki urutan kabel yang sama dan sesuai dengan gambar di mulai dari sebelah kiri untuk Putih Orange dengan lempengan kunging menghadap ke wajah

Kabel Cross

Untuk kabel Cross, sesuai dengan namanya menyilang jadi tentukan sisi mana pada kabel yang ingin di cross sebagi contoh saya akan membuat sisi 1 kabel menggunakan urutan kabel Straight dan sisi 2 menggunakan urutan kabel Cross 

  1. Putih Hijau
  2. Hijau
  3. Putih Orange
  4. Biru
  5. Putih Biru
  6. Orange
  7. Putih Coklat
  8. Coklat

2.3 Topologi Jaringan

Topologi jaringan adalah suatu cara atau konsep yang di gunakan untuk meng- hubungkan 2 buah komputer atau lebih. Pembuatan topologi jaringan di dasari dari beberapa faktor, diantaranya :

  1. Biaya (Besar kecilnya anggaran yang di gunakan untuk membangun jaringan)
  2. Tujuan (Tujuan dari di bangunnya jaringan ini untuk apa)
  3. User / Pengguna (Siapa saja yang akan menggunakan fasilitas jaringan ini)

Dari ketiga faktor umum tersebut terbentuklah beberapa jenis topologi pada jaringan yang dapat di implementasikan pada kondisi yang berbeda-beda.

Topologi BUS

Topologi ini adalah topologi pertama yang di gunakan untuk membangun koneksi jaringan komputer, pada topologi ini masing-masing komputer akan terhubung pada sebuah kabel panjang dengan beberapa terminal dan pada akhir kabel tersebut di akhiri dengan terminator untuk menandakan akhir koneksi, namun untuk saat ini topologi jenis ini sudah sangat jarang di gunakan karna kemungkinan terjadinya tabrakan sangat besar pada topologin ini dan jika pada satu komputer terjadi kerusakan maka jaringan tersebut akan mati total tidak dapat di gunakan sebelum kerusakn tersebut di perbaiki.

Gambar2.7 Topologi BUS

Topologi RING

Topologi ini umumnya di gunakan pada jaringan yang memerlukan performance tinggi dan bandwidth besar seperti seperti kasus video streaming, audio dan lain sebagainya atau dalam kasus lain jika komputer yang terhubung pada jaringan tersebut memiliki banyak user.

Gambar 2.8 Topologi Ring

Topologi STAR

Topologi ini adalah jenis topologi yang paling banyak di gunakan dalam implementasi jaringan komputer baik skala kecil hingga besar, karna memiliki kemudahan dalam implementasi dan pemecahan dalam mencari masalah, jenis topologin ini memiliki satu buah node terpusat yang menjadi sumber dari semua traffic, jika pusat node tersebut bermasalah maka seluruh komputer pada topologi ini akan mengalami gangguan.

Gambar 2.9 Topologi Star

Topologi MESH

Topologi ini adalah gabungan dari topologi ring dan topologi star dimana semua perangkat pada topologi tersebut terhubung secara langsung

Gambar 2.10 Topologi Mesh

Topologi Tree

Topologi ini adalah gabungan dari topologi bus dan topologi star, dimana setiap masing-masing dari topologi star akan terhubung menggunakan topologi bus biasanya topologi ini di terapkan untuk memberikan tingkatan level pada sebuah jaringan dimana level jaringan yang lebih tinggi dapat menontrol jaringan yang lebih rendah

Gambar 2.11 Topologi Tree

Topologi Extended Star

Topologi ini adalah perkembangan dari topologi star dan cara kerjanya pun tidak jauh berbeda dengan topologi star

Gambar 2.12 Topologi Extended Star

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *