[BOOK PM] BAB 1 – KONSEP DASAR JARINGAN KOMPUTER

1.1 Memahami Cara Kerja Jaringan Komputer

Jaringan komputer adalah sebuah jalur komunikasi yang memungkinkan setiap client yang terhubung pada jaringan tersebut dapat saling melakukan tukar – menukar data, data yang di tukar bisa berupa paket TCP ataupun ICMP dan jika di gambarkan jaringan komputer pada kehidupan kita sehari-hari mungkin akan terlihat seperti Gambar 1.1 di bawah ini :

Gambar 1.1 Jaringan dalam Kehidupan Sehari-hari

Pada Gambar 1.1 terdapat beberapa jalur untuk mencapai satu titik tujuan, sebagai contoh jika saat ini posisi saya berada di Rumah Udin dan saya akan menuju ke pasar tradisional maka salah satu jalan yang dapat saya lewati adalah JL Teuku Umar, tapi bukan hanya jalan itu saja masih banyak jalan yang dapat saya lalui untuk mencapai pasar tradisional, konsep alur jaringan sebenarnya sama seperti jalan pada Gambar 1.1 dimana jika ingin pergi ke suatu tempat maka kita memerlukan jalur (jalan) untuk mencapai tempat tersebut, dengan konsep dasar sederhana Darimana? Mau Kemana? dan Lewat Mana? jika pada kehidupan nyata jaringan dapat di ansumsikan seperti jalan raya namun pada kenyataanya kondisi jaringan yang telah kita pahami sebagai jalan raya dapat kita gantikan menggunakan Kabel / media Nirkabel (wireless) untuk menghubungkan satu titik ke titik lainya atau satu client ke client lainya.

Jika pada contoh di atas saya menggunakan gambar sebuah komplek perumahan untuk mengambarkan cara kerja jaringan di bawah ini akan adalah gambar topologi sebenarnya yang di terapkan pada jaringan, logikanya tidak jauh berbeda dengan gambar kompek perumahan di atas.

Gambar 1.2 Topologi Jaringan

Jika di perhatikan kembali alur pada jaringan tersebut untuk mencapai satu titik tujuan, tentu tidak jauh berbeda dengan gambar komplek perumahan di atas dimana setiap ada satu client yang ingin mengirim paket pada client lainnya memerlukan sebuah akses atau jalan baik jalan tersebut dapat berupa kabel ataupun nirkabel, namun untuk melakukan komunikasi pada sebuah perangkat di dalam sebuah jaringan mungkin memang bukan perkara mudah karna kita harus memahami sedikit tentang teknik routing baik yang static atau dynamic, untuk lebih jauh membahas tentang routing dan apa fungsi routing pada jaringan komputer saya akan bahas bada BAB yang berbeda pada buku ini

1.2 Alat-Alat Jaringan dan Fungsinya

Jika di perhatikan pada Gambar 1.2 untuk membangun sebuah jaringan baik jaringan dengan skala kecil atau besar di perlukan berbagai macam alat, dengan bantuan alat-alat inilah semua device(perangkat) dapat saling berkomunikasi baik menggunakan media Kabel ataupun Nirkabel, di bawah ini saya akan menjelaskan beberapa alat minimum yang sering di gunakan untuk membangun sebuah jaringan komputer.

Gambar 1.3 Alat-Alat Jaringan

pada Gambar 1.3 adalah contoh sebagian kecil dari begitu banyaknya alat jaringanyang bisa di gunakan untuk membangun sebuah jaringan, namun untuk skala jaringan dengan lingkup LAN(Local Area Network) ketiga perangkat di atas sudah termasuk memenuhi syarat, selain mengetahui alat-alat jaringan di bawah ini juga saya berikan beberapa list alat untuk membangun sebuah koneksi jaringan di antaranya :

  1. Kabel UTP (Cat5 atau 6)
  2. Konektor RJ45
  3. LAN Tester
  4. Tang Crimping

Beberapa vendor penyedia alat-alat jaringan di antaranya :

  1. MikroTik
  2. Cisco
  3. D-Link
  4. TP-Link
  5. Ubiquiti

 

1.3 Jaringan Skala Geografis (LAN, MAN, WAN)

  1. LAN (Local Area Network)

Adalah jenis jaringan yang memiliki ruang lingkup yang relatif kecil, pada umumnya jaringan jenis ini di terapkan pada kantor, lab sekolah, perumahan, dan lain sebagainya yang memiliki area lingkup kecil. Dengan kata lain jaringan jenis ini hanya dapat menhubungkan komputer pada jarak yang sangat terbatas yang berjarak kira-kira tidak lebih dari 1KM, media yang dapat di gunakan untuk menghubungkan jaringan ini bisa berupa kabel ataupun nirkabel

Gambar 1.4 Jaringan Berbasis LAN

  1. MAN (Metropolitan Area Network)

Jaringan ini adalah gabungan dari bebrapa jaringan LAN pada wilayah yang berbeda, jaringan ini memiliki jangkauan yang lebih luas di bandingkan dengan jaringan LAN dimana 1 jaringan WAN dapat terdiri dari beberapa jaringan LAN.

Sebagai contoh pada sebuah bank yang dimana bank tersebut memiliki beberapa cabang di setiap kota nya seperti : Bekasi, Jakarta, Bandung, Bogor dll dan pada setiap cabang tersebut sudah memiliki jaringan berbasis LAN dan dimana setiap jaringan LAN ini di haruskan dapat terhubung dengan jaringan LAN pada wilayah yang lain, dengan demikian hubungan jaringan antar LAN yang berbeda wilayah di sebut dengan jaringan MAN

Gambar 1.5 Jaringan Berbasis MAN

  1. WAN (Wide Area Network)

Jaringan dengan skala jangkauan paling luas di antara LAN dan MAN dimana jangkauanya bisa mencapai antar benua atau bahkan antar negara, untuk membuat jaringan ini umumnya menggunakan bantuan satelit atau kabel bawah laut.

Gambar 1.6 Jaringan Berbasis WAN

1.4 IP (Internet Protocol)

Internet Protokol (IP) adalah sebuah aturan atau standar yang digunakan untuk mengatur dan mengijinkan terjadinya hubungan antar komputer, komunikasi dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Komputer-komputer menjadi bisa saling berkomunikasi satu sama lain dan saling bertukar informasi karena adanya internet protokol.

Tugas Internet Protocol (IP)

  1. Internet Protokol bertugas untuk melakukan deteksi koneksi fisik
  2. Internet bertugas untuk melakukan metode handshaking atau metode jabat tangan
  3. Internet Protokol bertugas untuk melakukan negosiasi berbagai macam karakteristik hubungan
  4. Internet Protokol bertugas untuk mengawali dan mengakhiri suatu pesan /session
  5. Internet protokol bertugas memformat pesan yang digunakan
  6. Internet Protokol bertugas tentang apa yang dilakukan apabila terjadi error pada saat pengiriman data
  7. Internet Protokol bertugas untuk mengkalkulasi dan menentukan jalur pengiriman
  8. Internet Protokol juga berfungsi untuk mengakhiri suatu koneksi dalam jaringan

1.5 OSI Layer

Open System Interconnection atau biasa disingkat OSI adalah sebuah model referensi dalam bentuk kerangka konseptual yang mendefinisikan standar koneksi untuk sebuah komputer. Tujuan dibuatnya model referensi OSI ini adalah agar menjadi rujukan untuk para vendor dan developer sehingga produk atau software yang mereka buat dapat bersifat interporate, yang berarti dapat bekerja sama dengan sistem atau produk lainnya tanpa harus melakukan upaya khusus dari si pengguna

Gambar 1.7 OSI Layer

Gambar 1.8 Tingkatan Layer Pada OSI Layer

Gambar 1.9 Cara Kerja OSI Layer

1.6 MAC Address (Media Access Control Address)

Mac Address atau Media Access Control Address adalah sebuah alamat jaringan yang berada pada lapisan data link layer pada lapisan model OSI. Alamat ini berisi kode unik yang diberikan untuk tiap bagian dari perangkat keras jaringan komputer yang terhubung pada jaringan internet. Mac Address biasanya terletak pada perangkat seperti LAN Card, Router, Wireless Card dan perangkat lain yang menjadi bisa terhubung dengan jaringan internet.

MAC terdiri atas 12 digit bilangan heksadesimal (0 s/d F), 6digit pertama merepresentasikan vendor pembuat kartu jaringan.

Fungsi Mac Address pada Jaringan Komputer

Mac Address berfungsi untuk mengidentifikasi perangkat keras jaringan komputer sehingga perangkat bisa berkomunikasi. Karena keunikan Mac Address tersebut maka jaringan komputer dapat diidentifikasi siapa yang mengakses sebuah jaringan.

1.7  IP Address

IP Address merupakan suatu deretan angka biner yang disusun dengan kisaran antara 32 bit sampai dengan 128 bit dan digunakan sebagai alamat identifikasi pada masing–masing komputer. Dalam ilmu jaringan komputer angka dengan 32 bit dipakai pada IP Address khusus versi IPv4 sedangkan untuk angka 128 bit untuk yang versi IPv6.

Fungsi IP Address

  1. IP Address sebagai alat identifikasi Host
  • Setiap host/client memiliki ip address yang berbeda
  1. IP Address sebagai alamat lokasi jaringan
  • Penamaan IP Address bisa memberikan informasi dari negara mana komputer atau host yang dimaksud. Fungsi ini biasanya dijalankan pada aktivitas menggunakan internet (IP Public)

Gambar 1.7 Kelas IP Address

Gambar 1.8 Oktet IP Address

Macam-Macam IP Address

  1. IP Address Private adalah ip address yang umumnya di gunakan pada jaringan local berbasis Local walaupun dalam penerapan ternyata jenis ip public yang di gunakan pada jaringan local maka ip address tersebut masih tetap di sebut ip private
  2. IP Address Public adalah ip address yang umumnya di gunakan oleh modem-modem ISP yang langsung terhubung ke Internet, ip address public ini lah yang akan menjadi alamat komputer / Laptop kita saat berselancar di Internet
  3. IP Address Public di hasilkan dari Konfigurasi NAT dengan Action “Masquerade” pada sisi Router

Gambar 1.9 Private IP Address

IP Bogon

IP Bogon adalah sebuah IP Address yang tidak dapat dipakai karena tidak diatur dalam aturan organisasi internet. Kebanyakan orang tidak mengerti akan IP Bogon ini karena IP jenis ini tidak pernah dipakai dalam jaringan komputer karena biasanya IP bogon akan muncul karena adanya kesalahan konfigurasi yang tidak disengaja atau sengaja untuk tujuan tertentu.

Contoh IP Bogon :

0.0.0.0/8, 10.0.0.0/8, 127.0.0.0/8, 169.254.0.0/16, 172.16.0.0/12, 192.0.0.0/24, 192.0.2.0/24, 192.168.0.0/16, 198.18.0.0/15, 198.51.100.0/24, 203.0.113.0/24, 224.0.0.0/4, dsb

Dampak dari IP Bogon ini adalah komputer tidak dapat terhubung ke Jaringan, baik jaringan intranet ataupun internet, untuk mengatasi masalah ini (IP Bogon) dapat difilter dengan menggunakan ACLs atau BGP Blackholding sehingga IP ini tidak bisa muncul pada jaringan tersebut, namun saat ini beberapa IP Address digolongkan ke dalam IP Bogon, akan tetapi bisa saja kedepan IP – IP tersebut bukan lagi merupakan IP Bogon jika IP – IP tersebut ditetapkan oleh organisasi Internet Internasional (IANA)

Protocol

Protokol adalah suatu aturan yang mendefinisikan fungsi yang terdapat di dalam sebuah Jaringan komputer, seperti misalnya mengirimkan pesan, mengirimkan data, mengirimkan informasi dan fungsi lainnya yang harus dipenuhi oleh sisi pengirim dan penerima supaya komunikasi dapat berlangsung dengan baik dan benar walaupun sistem yang terdapat dalam jaringan tersebut berbeda

Jenis-Jenis protocol yang sering di gunakan :

Transmission Control Protocol (TCP)

User Datagram Protocol (UDP) > DNS

Internet Control Message Protocol (ICMP) > ping traceroute

Hypertext Transfer Protocol (HTTP) > WEB

Post Office Protocol (POP3) > email

File Transfer Protocol (FTP)

Internet Message Access Protocol (IMAP) > email

dll

Port

Port adalah sebuah aplikasi spesifik atau bisa juga disebut proses software spesifik pada komputer yang menjalankan layanan atau service untuk komunikasi di dalam jaringan komputer.

Port terbagi menjadi 3 bagian dengan spesifik penomoran sebagai berikut :

  1. Dari 0 s/d 1023 (well-known ports),
  2. Dari 1024 s/d 49151 (registered port),
  3. Dari 49152 s/d 65535 (unregistered / dynamic, private or ephemeral ports)

Gambar 1.10 Port Pada Jaringan

Di bawah ini adalah tabel jenis-jenis port yang umum di gunakan beserta fungsinya

Table 1.1 Jenis-Jenis Port dan Manfaatnya

1.8 Client-Server & Peer to Peer

Client-Server

Clinet-Server adalah pemodelan jaringan komputer yang melibatkan 2 atau lebih komputer dalam sebuah jaringan dengan sistem pertukaran data terpusat pada 1 buah komputer, komputer yang menjadi pusat dari segala informasi ini lah yang bertindak sebagai server sedangkan komputer yang merequest informasi ke komputer server di sebut sebagai client.

Kelebihan

  1. Memberikan keamanan yang lebih baik
  2. Lebih mudah dalam proses management walaupun jaringan tersebut berskala besar, karna memiliki control terpusat
  3. Semua data atau fasilitas yang di butuhkan oleh client terdapat di lokasi central

Kekurangan

  1. Memerlukan biaya yang lumayan besar untuk sebuah pc server
  2. Membutuhkan seseorang yang handal dalam mengoperasikan pc server tersebut
  3. Semua akses data sangat tergantung pada server tersebut, sehingga jika server down maka seluruh lalu lintas data akan terganggu

Gambar 1.11 Konsep Client-Server

Peer to Peer

Peer to Peer adalah pemodelan jaringan yang menghubungkan 2 buah komputer secara langsung dengan tujuan untuk melakukan pertukaran informasi, informasi ini umumnya berupa file dokumen, dalam pemodelan peer to peer setiap komputer dapat bertindak sebagai client atau sever.

Kelebihan

  1. Antar komputer dalam jaringan tersebut dapat langsung berbagi-pakai sumber daya yang di milikinya, seperti : Hardisk, Internet, Printer dll
  2. Proses installasi yang simple dan memakan biaya murah jika di bandingkan dengan pemodelan client-server, karna tidak memerlukan spesifikasi khusus untuk server
  3. Kelangsungan kerja jaringan tidak bergantung pada satu server, sehingga jika satu komputer/peer rusak tidak akan menyebabkan gangguan pada komputer lain

Kekurangan

  1. Trobleshooting jaringan yang relatif sulit di karnakan setiap komputer pada jaringan peer to peer di mungkinkan untuk terlibat dalam proses komunikasi yang ada
  2. Kemampuan kerja yang lebih rendah di banding client-server karna setiap komputer/peer harus mengelola fasilitas jaringan dan juga mengelola pekerjaan sendiri (double working)
  3. Sistem keamanan jaringan di tentukan dari masing-masing komputer/peer

Gambar 1.12 Peer to Peer Connection

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *