Membuat Penjadwalan (Scheduler) pada Mikrotik

Assalamualaikum wr wb

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas bagaimana cara membuat sistem penjadwalan pada mikrotik atau yang lebih di kenal dengan istilah schedule,

mungkin materi ini kan menjadi materi yang lumayan panjang di karnakan saya akan membahas lebih mendetail tentang point-point dasar penjadwalan hingga praktikum penjadwalan pada mikrotik.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai penjadwalan yang ada pada mikrotik, sedikit akan saya singgung kelebihan melakukan penjadwalan pada mikrotik.

Mungkin kata penjadwalan sudah tidak asing bagi rekan-rekan semua yang sedang membaca artikel ini, dapat di sebut penjadwalan pastinya memiliki sebuah rentan waktu dan agenda yang akan di lakukan pada waktu tersebut, contoh sederhana penjadwalan untuk agenda kegiatan suatu acara pentas seni atau lain sebagainya pastinya sudah memiliki jadwal yang akan di laksanakan pada waktu tertentu.

Tujuanya apa ?

Tentu dengan tujuan agar acara tersebut berjalan sesuai dengan yang telah di rencanakan dan dengan harapan semua agenda dapat terlaksana dengan baik dan sempurna.

Lalu apa hubunganya dengan mikrotik ?

Tentu ada, dengan melakukan penjadwalan pada mikrotik kita dapat memaksimalkan semua rule yang telah kita buat dengan memerintahkan mikrotik untuk bertindak sesuai dengan jadwal yang telah kita tetapkan

Hal ini sangat bermanfaat khususnya untuk management user dalam hal akses internet dan pembagian bandwidth secara otomatis, dengan menerapkan penjadwalan pada mikrotik tentu seorang admin hanya cukup membuat sekali penjadwalan di awal dan selebihnya hanya memonitoring apakah mikrotik bekerja sesuai dengan jadwal yang telah di tetapkan atau tidak.

Bagaimana cukup membantu bukan fitur penjadwalan pada mikrotik ini 🙂

Baik untuk mempermudah dalam pembagian materi saya akan menjadikan materi ini menjadi beberapa sub judul, di antaranya :

  1. Langkah awal memulai penjadwalan
  2. Penjadwalan akses internet user di jam kerja dan di luar jam kerja
  3. Penjadwalan pembagian bandwidth pada jam kerja dan di luar jam kerja
  4. Penjadwalan backup otomatis 7 hari sekali
  5. Penjadwalan reboot otomatis di waktu tertentu

Baik seperti yang telah saya bahas di awal materi, kemungkinan materi ini akan menjadi materi yang lumayan panjang jadi saya berharap anda dapat memahami setiap sub materi yang akan saya coba jelaskan nanti 🙂

  • Langkah awal memulai penjadwalan

Dalam mikrotik sebenarnya kata penjadwalan tidak akan anda temukan karna mikrotik sendiri menggunakan bahasa inggris sebagai media informasinya jadi mulai saat ini saya akan mengganti kata penjadwalan dengan kata scheduler agar sesuai dengan bahasa yang di gunakan oleh mikrotik.

Mikrotik memiliki sebuah fitur yakni Scheduler yang sudah saya jelaskan pada awal materi, untuk melakukan konfigurasi scheluer pada mikrotik tentu tidak dapat di lakukan begitu saja, karna ada beberapa point yang harus anda penuhi agar scheduler berjalan sesuai dengan keinginan anda.

Point tersebut di antaranya :

  • Pastikan mikrotik sudah mendapatkan akses internet baik melalui interface ethernet ataupun media wlan dengan uji coba yaitu mikrotik dapat melakukan ping ke google.com dari menu terminal yang ada di mikrotik, pastikan langkah ini berhasil karna saya tidak akan membahas bagaimana cara membuat koneksi internet dari mikrotik pada artikel ini, namun jika anda masih bingung mungkin anda dapat membaca kembali atikel yang telah saya buat sebelumnya yakni : Membuat Station Wireless pada Mikrotik
  • Pastikan waktu pada mikrotik telah sesuai dengan waktu anda saat ini, karna umumnya settingan default waktu dan tanggal pada mikrotik agak sedikit rancu atau bahkan tidak sesuai dengan waktu kita saat ini, untuk melakukan setting tanggal dan waktu pada mikrotik anda dapat melihatnya pada gambar di bawah ini :

Tampilan waktu default bawaan mikrotik

Ketika pertama kali mengkonfigurasi mikrotik dan menghubungkanya ke internet maka mikrotik akan memberikan waktu default seperti pada gambar di atas, namun sebenarnya mikrotik sendiri akan segera melakukan sinkronasi waktu secara otomatis akan tetapi hal ini memerlukan waktu yang lumayan lama, dari pada kita menunggu waktunya sinkronasi otomatis lebih baik melakukan setting manual dan ini akan lebih aman dan efektif jika mengandalkan waktu otomatis pada mikrotik untuk konfigurasi scheduler nanti.

Lihat pada gambar di bawah ini :

//Mengatur Clock pada Mikrotik

//Menambahkan NTP Server pada SNTP Client Mikrotik

untuk mendapatkan NTP Server Indonesia anda dapat mengunjungi situs resminya di : http://www.pool.ntp.org/zone/id

Pada gambar di atas terdapat beberapa domain NTP Server yang dapat di gunakan pada SNTP Client mikrotik, untuk menambahkan NTP Server pada mikrotik lihat pada gambar di bawah ini :

setelah klik Apply atau OK maka tunggu beberapa saat hingga hingga SNTP Client dapat mengupdate data dari NTP Server dan merubah domain NTP Server menjadi IP Address di sertakan dengan keterangan last update, seperti pada gambar di bawah ini :

Sampai tahap ini settingan tanggal dan waktu pada mikrotik sudah selesai, dan saya berharap sebelum anda melakukan konfigurasi scheduler pada mikrotik pastikan langkah ini telah di lakukan untuk memastikan waktu pada mikrotik benar-benar telah sesuai dengan waktu pada laptop kita saat ini.

  • Penjadwalan akses internet user pada jam kerja dan di luar jam kerja

Masuk kepada tahapan konfigurasi scheduler mikrotik yakni memberikan jadwal akses internet pada sebuah perusahaan.

Skenarionya seperti di bawah ini :

Pada sebuah perusahaan terdapat beberapa devisi yakni :

  • Direktur
  • Manager
  • HRD
  • Staf
  1. Direktur dan Manager dapat mengakses situs apapun dan kapan pun
  2. HRD selama jam kerja tidak di ijinkan akses sosmed dan video streaming, selebihnya boleh
  3. Staf dapat akses internet hanya di jam kerja, di luar jam kerja tidak dapat mengakses internet

Ketentuan Jam Kerja :

Masuk Pagi (JK) : Pukul 08:00 Pagi

Istirahat Siang (LK) : Pukul 12:00 Siang

Masuk Setelah Istirahat (JK) : Pukul 13:00 Siang

Pulang Sore (LK) : Pukul 17:00 Sore

Note :

JK = Jam Kerja

LK = Luar Jam Kerja

Mapping IP Address

Direktur = 192.168.10.5

Manager = 192.168.10.10

HRD = 192.168.10.15

Staff = 192.168.10.20 – 254

 

untuk melakuakan konfigurasi scheduler pada poin 2 ini hal pertama yang harus di lakukan adalah membuat rule firewall dimana rule tersebut berisikan aturan sesuai dengan skenario di atas, untuk poin A karna Direktur dan Manager tidak terkena aturan scheduler maka poin A dapat di abaikan atau jika memang ingin di buatkan rule cukup berikan action = accept untuk poin A

Sedangakan untuk point B ada beberapa rule yang harus di buat di antaranya :

  1. Address List (Untuk mengelompokan IP Sosmed, Video Streaming dan HRD)
  2. Filter rule untuk mendrop akses ke arah sosmed dan video streaming dari HRD

Namun sebagai catatan untuk melakukan tahap ini saya asumsikan anda sudah membuat IP Address terlebih dahulu pada mikrotik anda, untuk penempatan ethernet terserah anda, dalam konfigurasi ini saya menggunakan IP Address 192.168.10.1/24 pada Ether 2

Masuk ke tahap konfigurasinya :

 

  1. Membuat address list untuk sosmed

Hasilnya :

  1. Membuat address list video streaming

  1. Membuat address list untuk HRD

Sesuai dengan skenario di atas untuk mapping ip address HRD adalah : 192.168.10.15

Sampai tahap ini langkah membuat address list pada Sosmed, Video Streaming dan HRD Sudah selesai.

Selanjutnya membuat konfigurasi untuk mendrop paket yang berasal dari HRD dengan tujuan Sosmed ataupun Video Streaming

  1. Drop paket dari HRD ke Sosmed

  1. Drop paket dari HRD ke Video Streaming

Sampai tahap ini konfigurasi Filter Rule untuk Block Access Sosmed dan Video Streaming pada HRD telah selesai.

Langkah selanjutnya membuat konfigurasi scheduler pada mikrotik agar setiap rule dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah di buat pada skenario di atas, untuk membuat scheduler ini saya berlandaskan dengan jam yang telah di bahas pada materi awal, jika anda lupa atau sungkan untuk menscrol ke atas di bawah ini saya akan tampilkan kembali aturan jam kerja pada skenario kita kali ini :

 

HRD selama jam kerja tidak di ijinkan akses sosmed dan video streaming, selebihnya boleh

Ketentuan Jam Kerja :

Masuk Pagi (JK) : Pukul 08:00 Pagi

Istirahat Siang (LK) : Pukul 12:00 Siang

Masuk Setelah Istirahat (JK) : Pukul 13:00 Siang

Pulang Sore (LK) : Pukul 17:00 Sore

Note :

JK = Jam Kerja

LK = Luar Jam Kerja

Perlu saya jelaskan kembali fungsi scheduler yang akan saya gunakan di sini adalah untuk mengaktifkan dan menonaktifkan rule pada firewall yang berfungsi untuk mendrop paket sosmed dan video streaming pada HRD jadi jika pada jam kerja rule tersebut akan ON = Hidup dan di luar jam kerja rule tersebut akan OFF = Mati, jika rule = Hidup maka HRD tidak akan dapat mengakses Sosmed dan video streaming dan sebaliknya jika rule = Mati maka HRD dapat mengakses Sosme dan Video Streaming, lihat konfigurasinya pada gambar di bawah ini :

//Schedule Mengaktifkan Firewall Filter Drop Sosmed HRD

Ket :

Name : Nama dari rule scheduler

Untuk penamaan sebaiknya di samakan dengan komentar pada firewall filter rule dan di tambahkan penekanan pada scheduler tersebut seperti ON yang berarti script ini akan berfungsi untuk mengaktifkan rule

Start Time : Waktu di jalankannya scheduler tersebut

Karna pada jam kerja HRD tidak di ijinkan mengakses sosmed maka pukul 08:00 rule untuk sosmed akan Hidup

Interval : Waktu pengulanan rule scheduler

Nilai Interval ini akan menjadi acuan kapan rule tersebut akan di eksekusi ulang, dalam contoh ini saya memberikan waktu 1d 00:00:00 yang berarti 1X sehari rule ini akan di eksekusi.

On Event : Tempat meuliskan script

Lokasi ini berfungsi untuk meuliskan script yang akan di jalankan, dan script inilah yang menjadi point utama apakah rule tersebut jalan atau tidak, jika penulisan script salah maka dapat di pastikan rule scheduler tidak akan dapat berjalan dengan baik sesuai skenatrio, jadi pastikan script yang telah di tuliskan benar atau anda bisa melaukan uji cobanya terlebih dahulu pada menu terminal di winbox untuk memastikan script yang anda buat benar atau salah.

Catatan penting pada penulisan script ini adalah pemberian numbers pada script, untuk nilai numbers ini mengacu pada number yang terdapat pada firewall filter, karna saya disini ingin mengaktifkan drop sosmed HRD yang terletak pada flag / urutan 0 pada filter rule maka pada script saya berikan numbers=0.

 

//Schedule Menonaktifkan Firewall Filter Drop Sosmed HRD

Jika pada pukul 08:00 Firewall Drop Sosmed HRD Hidup yang berarti HRD tidak dapat mengakses Sosmed ketika sudah pukul 08:00 namun pada rule ke 2 ini di buat schedule agar ketika puku 12:00 maka Firewall Drop Sosmed HRD Mati yang berarti HRD dapat mengakses Sosmed kembali.

Perbedaan antara script dari kedua buah rule ini terdapat pada parameter (enable dan disable)

Enable = mengaktifkan rule

Disable = menonaktifkan rule

Sampai tahap ini hanya tinggal menerapkan pada jam selanjutnya yakni sesuai dengan skenario pada jam di atas,

Dan melakukan hal yang sama pada Firewall Filter Drop Video HRD, total rule scheduler pada poing 2 ini berjumlah 8 rule, silahkan lihat pada gambar di bawah ini :

Leave a Reply