Konfigurasi Management Bandwidth Untuk Dynamic User (PCQ)

Pada materi kali ini sebenarnya masih berhubungan erat dengan materi yang telah saya bahas sebelumnya yakni : Konfigurasi Simple Queue Pada Mikrotik, namun sayangnya pada konfigurasi tersebut hanya terbatas untuk user dengan status statis (tetap) bagaimana jika kita mendapati sebuah jaringan dengan status user dinamis (berubah-ubah) tentu jika cara yang sama kita lakukan akan memerlukan banyak sekali rule pada menu queue untuk membuat management bandwidth pada masing-masing user.

Lalu bagaimana solusinya ?

Untuk menangani masalah ini mikrotik sendiri sudah menyediakan sebuah fitur yang masih berkaitan erat dengan simple queue hanya saja metode dan konsep kerjanya berbeda yakni : PCQ (Peer Connection Queue), di lihat dari namanya saja sudah dapat di ambil pengertian bahwa metode ini akan membuat queue di masing-masing koneksi pada setiap user, namun sebelum membahas lebih jauh bagaimana cara melakukan konfigurasinya ada baiknya anda perlu memahami konsep dan cara kerja PCQ ini terlebih dahulu agar saat implementasi tidak terjadi kebingungan, bukankan sistem belajar yang baik adalah dengan memahami konsep dan teori lalu praktek 🙂

Cara kerja pcq adalah dengan membuat sub-stream berdasarkan dengan pcq-classifier, yang dapat berupa ip address pengirim (src-address), ip address tujuan (dst-address), port pengirim (src-port) dan port tujuan (dst-port)

Fungsi ini akan otomatis membuat sub-steram sesuai dengan jumlah user yang terhubung ke dalam jaringan tersebut, sebagai contoh jika dalam jaringan tersebut terdapat 2 user maka PCQ akan otomatis membuat 2 buah sub-stream dan membagi rata bandwidth pada masing-masing user tersebut begitu pula jika dalam jaringan terdapat 4 sampai dengan 40 user maka PCQ akan otomatis membuat sub-stream sesuai dengan jumlah user yang terhubung tersebut dan membagi rata bandwidth pada masing-masing user, untuk ilustrasi sederhana dapat di lihat pada gambar di bawah ini :

Pada gambar di atas terlihat jika sebuah router memiliki maximum bandwidth 1Mbps dan jika di akses oleh 1 user maka user tersebut akan mendapatkan bandwidth maximum yakni 1Mbps sedangkan jika di akses lebih dari 1 user maka PCQ akan membuat sub-stream sesuai dengan jumlah user dan di ikuti pembagian bandwidth secara merata.

//Konfigurasi PCQ pada Mikrotik

Sebelum melakukan konfigurasi PCQ terlebih dahulu silahkan lihat dan buat topologi seperti gambar di bawah ini :

Pada gambar di atas saya membuat koneksi via wireless untuk mikrotik ke sumber internet (Station) maupun dari mikrotik ke client (AP), dengan tujuan plexibelitas dalam konfigurasi agar tidak terlallu banyak menggunakan kabel dan alat tambahan seperti switch hub 🙂

Namun topologi tersebut dapat di ubah dengan menggunakan kabel jika anda memungkinkan untuk ketersediaan alatnya 🙂

baik setelah topologi sudah di buat langsung masuk ke sesi konfigurasi, untuk konfigurasinya silahkan lihat pada gambar di bawah ini :

Untuk melakukan uji coba pada konfigurasi PCQ yang telah di buat, disini saya menghubungkan 2 buah laptop ke mikrotik yang sudah di konfigurasi PCQ tadi dengan menggunakan wireless sesuai dengan topologi di atas, dan kedua laptop tersebut saya gunakan untuk akses situs youtube agar semua alokasi bandwidth yang di miliki oleh laptop tersebut dapat di gunakan, untuk melihat apakah pembagian PCQ berjalan sesuai dengan skenario maka dapat di lihat pada menu Tool > pilih Torch seperti pada gambar di bawah ini :

Pada gambar di atas terlihat bahwa kedua laptop mendapatkan bandwidth yang sama rata yakni 512k sesuai dengan topologi dan konfigurasi yang telah di buat sebelumnya.

 

Allhamdulillah sampai tahap ini materi kita tentang : Konfigurasi Management Bandwidth Untuk Dynamic User (PCQ) telah selesai, semoga anda dapat memahami sedikit atau banyaknya konsep dan cara kerja PCQ pada mikrotik, dan untuk konfigurasi lebih mendalam mengenai PCQ insya allah akan saya bahas pada materi berikutnya.

 

Semoga artikel ini bermanfaat 🙂

Leave a Reply