Konfigurasi Ping Gateway pada Routing Table Mikrotik

Assalamualaikum

Pada pembahasan materi kali ini saya akan membahas materi lanjutan pada dari Konfigurasi Failover Mikrotik Dengan 2 ISP, pada materi tersebut saya telah membuat sebuah konfigurasi failover pada mikrotik dimana jika link utama pada jaringan tersebut putus maka link backup pada routing table yang terdapat pada mikrotik tersebut akan otomatis aktif.

Namun konfigurasi ini memiliki beberapa kelemahan salah satunya adalah jika link pada ISP-1 terputus karna adaanya kesalahan routing atau konfigurasi lain maka failover pada mikrotik tersebut tidak akan berfungsi karna konfigurasi ini hanya akan berfungsi jika link utama putus secara hardware atau lepas kabel bukan di deteksi dari pengiriman paket pada link utama tersebut.

Untuk mengatasi masalah ini anda dapat menggunakan tambahan settingan yang cukup sederhana yaitu ping gateway, cara kerja konfigurasi ini adalah dengan mengirimkan paket ping ke gateway tersebut secara terus menerus dengan tujuan untuk memeriksa apakah link tersebut masih aktif atau tidak, jika dalam durasi 10 detik gateway tidak merespon ping dari router maka gateway tersebut akan di anggap timeout dan gateway akan di anggap unreachable/inactive jika dalam durasi 2x timeout (20detik) tidak merespon ping dari router, ketika hal ini terjadi maka link utama (ISP-1) akan di anggap putus / tidak aktif dan secara otomatis link backup pada ISP-2 akan aktif.

Untuk konfigurasinya anda dapat melihatnya pada gambar di bawah ini :

Untuk penambahan ping gateway hanya cukup sampai di situ saja dan lakukan hal yang serupa jika ingin memastikan link pada ip tersebut masih aktif atau tidak.

Allhamdulillah sampai di sini materi kita tentang Konfigurasi Ping Gateway pada Routing Table Mikrotik telah selesai.

Semoga artikel ini bermanfaat 🙂

 

 

Leave a Reply