Konfigurasi Load Balancing Pada Mikrotik

Assalamualaikum,

Pada materi kali ini saya akan membahas bagaimana caranya melakukan teknik loadbalancing pada router mikrotik, namun mungkin sebagian orang ada yang belum memahami maksud dari loadbalancing ini, untuk itu saya pribadi tidak akan langsung masuk ke materi praktek namun saya akan sedikit menjelaskan mengenai loadbalancing ini.

Load balancing adalah suatu teknik yang di gunakan untuk mendistribusikan beban trafik pada dua atau lebih jalur koneksi secara seimbang, dengan tujuan agar beban trafik tidak di bebankan kepada hanya satu jalur saja dan mengurangi kelebihan beban trafik pada jalur tertentu, selaras dengan namanyanya balance (seimbang).

Dari pengertian di atas saya berharap anda sudah memiliki gambaran sedikit mengenai load balancing ini, dan untuk topologi yang akan saya gunakan pada materi kali ini masih sama dengan topologi failover yang telah saya bahas pada materi sebelumnya.

Silahkan lihat pada gambar di bawah ini :

Pada gambar topologi di atas sebenarnya sudah saya buatkan konfigurasi lengkapnya pada artikel Konfigurasi Failover Mikrotik dengan 2 ISP mulai dari :

  • Request dhcp-client
  • Add IP Address
  • NAT

Jika anda belum mengetahuinya cara konfigurasinya silahkan buka kembali materi pada artikel di atas karna untuk materi kali ini saya asumsikan bahwa ketiga konfigurasi di atas anda sudah lakukan sehingga saya tidak perlu mengulanginya kembali di sini, karna konfigurasi akan saya fokuskan pada Loadbalancing saja.

//Konfigurasi Load Balancing

Untuk konfigurasi load balancing sebenarnya tidak jauh berbeda dengan failover hanya saja jika untuk melakukan konfigurasi failover harus membuat 2 buah static route dengan dst-address sama namun memiliki distance yang berbeda, namun untuk konfigurasi load balance kita hanya perlu membuat 1 buah statis router dengan dst-address 0.0.0.0/0 dan memberikan 2 buah gateway secara sekaligus pada static route tersebut, untuk mempermudah pemahaman silahkan lihat pada gambar si bawah ini :

Pada gambar di atas di buat sebuah static routing dengan dst-address 0.0.0.0/0 dan memiliki 2 buah gateway yakni 10.10.10.1 dan 20.20.20.1 yang mana nantinya setiap ada trafik yang masuk dari client ke mikrotik dengan tujuan ke internet, maka trafik tersebut akan otomatis di bagi ke masing-masing gateway tersebut dengan perbandingan 1 banding 1

Untuk pengujian saya akan mencoba melakukan ping ke google.com dan saya akan melihat pada interface mikrotik saya pada menu Interface, apakah kedua ether pada mikrotik saya yakni ether1 dan ether2 berjalan dan melakukan pembagian paket yang sama, hasilnya dapat di lihat pada gambar di bawah ini :

Dari gambar di atas kedua ether pada mikrotik yang terhubung ke ISP-1 dan ISP-2 ketika di lakukan akses ping ke google.com saling bekerja sama dengan cara melakukan pembagian paket pada masing-masing ether dengan tujuan untuk meringankan beban dari 1 ether tertentu.

Allhamdulillah sampai tahap ini Konfigurasi Load Balancing Pada Mikrotik

Telah selesai dan semoga apa yang saya sampaikan di atas sedikit atau banyaknya dapat anda fahami.

Semoga artikel ini bermanfaat 🙂

Leave a Reply