Konfigurasi Failover Mikrotik Dengan 2 ISP

Assalamualaikum

Pada pertemuan kali ini saya akan membahas bagaimana cara membuat konfigurasi failover pada mikrotik, dimana untuk pembahasan kali ini saya menggunakan simulasi menggunakan 3 buah mikrotik RB941, 2 mikrotik akan bertindak sebagai ISP dan 1 Mikrotik akan bertindak sebagai router yang akan menjalankan konfigurasi failover.

Namun sebelum membahas lebih jauh tentang failover, anda harus memahami terlebih dahulu apa itu failover dan kapan konfigurasi tersebut di gunakan pada sebuah jaringan komputer.

Secara garis besar failover adalah sebuah teknik pengembangan dari static routing dimana fungsi ini di gunakan untuk memberikan link backup otomatis pada sebuah jaringan jika link utama pada jaringan tersebut putus atau disconnect.

Untuk mempermudah pemahaman tentang failover ini anda dapat melihat pada gambar di bawah ini :

Pada gambar di atas terlihat ada 2 buah ISP dimana salah satu ISP tersebut menjadi link backup yang berfungsi akan otomatis aktif jika link utama putus atau mati. Secara prinsif konfigurasi failover pada jaringan hanya akan menggunakan 1 buah ISP pada jaringan tersebut untuk koneksi internet walau kenyataanya pada perusahaan tersebut memiliki 2 ISP yang dapat di gunakan, tentu hal ini tergantung dari kebijakan perusahaan masing-masing karna tidak semua perusahaan bersedia berlangganan 2 ISP 🙂

Dari penjelasan di atas saya rasa sudah cukup jelas apa fungsi failover pada jaringan komputer, selanjutnya adalah membuat konfigurasi pada mikrotik sesuai dengan topologi pada gambar di atas, dengan mapping ip address seperti di bawah ini :

ISP-1 (Link Utama) = 10.10.10.1/24

ISP-2 (Link Backup) = 20.20.20.1/24

Mikrotik RB941 (Router)

Ether-1 = 10.10.10.2/24

Ether-2 = 20.20.20.2/24

Ether-3 = 192.168.10.1/24

Laptop  = 192.168.10.2

//Konfigurasi RB941

Konfigurasi pertama adalah merequest dhcp-client pada masing-masing ISP dimana ISP-1 terhubung ke ether1 dan ISP-2 terhubung ke ether2 pada mikrotik, lihat pada gambar di bawah ini :

//Konfigurasi NAT

Konfigurasi ini bertujuan untuk menterjemahkan ip local yang terdapat pada masing-masing client ke ip public untuk mengakses internet. karna secara default jika konfigurasi ini tidak di lakukan maka setiap client atau bahkan router sendiri tidak akan dapat mengakses internet

Karna pada topologi ini menggunakan 2 ISP maka sesuaikan jumlah konfigurasi NAT sesuai dengan jumlah ISP

Lihat pada gambar di bawah ini :

//Add IP Address Ether3

Sesuai dengan topologi di atas saya akan memberikan alamat ip address pada ether3 dengan ip 192.168.10.1/24

Lihat pada gambar di bawah ini :

Setelah membuat ip address dan request dhcp-client di mikrotik maka secara otomatis akan muncul dynamic route pada table routing yang mengarah ke 0.0.0.0/0 dengan flag DAS (dynamic,active,static), atau biasa di sebut dengan default routing.

Jika ingin membuat konfigurasi failover bekerja pada mikrotik maka anda harus menghapus default router dengan dst-address = 0.0.0.0/0 dan membuatnya secara static, lihat pada gambar di bawah ini :

Pada gambar konfigurasi di atas hal yang membuat konfigurasi static router berubah menjadi failover terdapat pada settingan distance nilai distance terkecil akan di prioritaskan di banding dengan nilai distance yang besar jika dst-addressnya sama, pada gambar di atas telah terlihat bahwa terdapat 2 rule konfigurasi static routing dengan dst-address 0.0.0.0/0 dan memiliki 2 gateway yang berbeda dimana 1 gateway mengarah ke ISP-1 (10.10.10.1) dan satunya lagi mengarah ke ISP-2 (20.20.20.1), namun terlihat pada routing table gateway dengan ip 10.10.10.1 lah yang memiliki status aktif atau (AS / active,static) sedangkan ip gateway 20.20.20.1 memiliki status S (static), karna gateway ISP-1 memiliki nilai distance lebih kecil di bandingkan dengan ISP-2 dan dalam kasus ini ISP-2 akan menjadi link backup dan otomatis aktif jika suatu saat ISP-1 putus,

Untuk pengujianya saya akan mencabut kabel yang mengarah ke ISP-1 dengan maksud apakah ISP-2 akan otomatis aktif atau tidak, lihat pada gambar di bawah ini :

Setalah kabel pada ether1 yang terdapat pada router mikrotik yang mengarah ke ISP-1 di lepas maka secara otomatis konfigurasi failover akan bekerja dan mengaktifkan routing table pada ISP-2 dengan ip gateway 20.20.20.1 dengan nilai distance 2

Allhamdulilah sampai tahap ini konfigurasi failover pada mikrotik telah berhasil di lakukan dan penjelasan pada materi di atas saya berharap anda dapat memahaminya

Untuk memaksimalkan konfigurasi failover pada mikrotik anda harus menambahkan fungsi Ping Gateway pada konfiguasi static routing tersebut, insya allah materi tersebut akan saya bahas pada materi selanjutnya.

Semoga artikel ini bermanfaat 🙂

Leave a Reply