Konfigurasi Dynamic Routing OSPF Pada MikroTik

Pada pembahasan materi kali ini saya akan membahas bagaimana cara membuat konfigurasi dynamic routing pada mikrotik, pada artikel sebelumnya saya telah membahas bagaimana cara membuat static routing 2 router pada mikrotik, bagi anda yang belum memahami konfigurasi static routing pada mikrotik saya menyarankan silahkan baca dan praktekan terlebih dahulu artikel tersebut, karna konsep dasar untuk memahami dynamic routing tidak jauh berbeda dengan static routing, namun karna panjangnya materi OSPF ini mungkin artikel ini akan saya bagi menjadi beberapa bagian agar lebih mudah di fahami.

Sebelum membahas lebih jauh tentang Dynamic Routing OSPF ada beberapa point yang harus anda fahami mengenai perbedaan menggunakan static routing dan dynamic routing pada jaringan komputer

  1. Static routing umumnya di gunakan untuk membuat koneksi antar client yang terhubung ke beberapa router dengan jumlah router yang tidak terlallu banyak, mungkin jumlah router yang terhubung ke dalam jaringan tersebut masih bisa di hitung dengan jari, namun bukan berarti jika router banyak static routing ini tidak dapat di gunakan, hanya saja static routing ini akan lebih efektif jika di gunakan dengan jumlah router yang lebih sedikit untuk memudahkan administrator dalam membuat table routing di masing-masing router, pada static routing memiliki routing table yang static yang wajib di tambahkan secara manual oleh admin jaringan .
  2. Dynamic routing adalah sebuah solusi dari static routing dimana jika jumlah router yang terdapat dalam jaringan tersebut sudah banyak atau bahkan sangat banyak dan hampir mustahil untuk di buatkan static routing satu per satu di masing-masing router maka solusinya adalah dengan membuat dymanic routing pada jaringan tersebut agar setiap client pada jaringan tersebut dapat berkomunikasi dengan client lain, dynamic routing memiliki kemampuan untuk menambahkan route otomatis ke dalam table routing dengan cara memeriksa dan mengecek router mana yang sudah menerepkan dynamic routing pada jaringan tersebut.

Dari beberapa penjelasan di atas dapat di ambil kesimpulan jika router pada jaringan hanya memiliki jumlah yang sedikit, “kurang dari 5 router” maka lebih baik lakukanlah konfigurasi static routing untuk mempermudah management link paket pada jaringan tersebut, namun jika pada jaringan tersebut terdapat banyak router dan setiap client di tuntut untuk dapat saling berkomunikasi maka cara terbaik adalah dengan menggunakan dynamic routing,

Namun perlu saya luruskan untuk jumlah router di atas tidak menjadi patokan untuk melakukan static routing atau dynamic routing, kembali ke pribadi admin jaringan masing-masing 🙂

Kelebihan Static Routing

  • Beban kerja router menjadi lebih ringan jika dibandingkan dengan dynamic routing.
  • Pengiriman paket data juga menjadi lebih cepat di karenakan jalur atau rute sudah terlebih dahulu di ketahui
  • Untuk mendeteksi dan mengisolasi kesalahan pada topologi jaringan lebih mudah.

Kelebihan Dynamic Routing

  • Dynamic Routing hanya menghubungkan alamat network yang terhubung langsung dengan router dan admin tidak perlu mengetahui semua alamat network yang ada.
  • Router akan otomatis mengenali router mana saja yang sudah menerapkan dynamic routing dan menambahkannya pada table routing

Setelah beberapa penjelasan di atas saya harap anda dapat memahami kapan jaringan tersebut harus menggunakan statis routing dan kapan jaringan tersebut harus menggunakan dynamic routing.

Selanjutnya lanjut ke konfigurasi OSPF pada Mikrotik, dan untuk topologi yang akan saya gunakan untuk konfigurasi OSPF ini dapat di lihat pada gambar di bawah ini :

Mapping IP Address untuk topologi OSPF di atas :

R1

1 = 11.11.11.1/24

2 = 12.12.12.1/24

3 = 13.13.13.1/24

R2

1 = 11.11.11.2/24

2 = 22.22.22.1/24

3 = 23.23.23.1/24

4 = 24.24.24.1/24

R3

1 = 24.24.24.2/24

2 = 32.32.32.1/24

3 = 33.33.33.1/24

R4

1 = 12.12.12.2/24

2 = 22.22.22.2/24

3 = 43.43.43.1/24

R5

1 = 43.43.43.2/24

2 = 32.32.32.2/24

R6

1 = 13.13.13.2/24

2 = 23.23.23.2/24

3 = 63.63.63.1/24

R7

1 = 63.63.63.2/24

2 = 72.72.72.1/24

R8

1 = 33.33.33.2/24

2 = 72.72.72.2/24

Setelah Mapping IP Address pada Routing OSPF telah di buat langkah selanjutnya konfigurasi setiap router sesuai dengan ip address yang terdapat pada mapping ip ini, hal yang perlu di perhatikan saat mapping ip address, pastikan anda mengurutkan inisial router pada angka pertama untuk mempermudah dalam membuat mapping ip address, sebagai contoh :

R1 ether1 = 11.11.11.1/24

R3 ether3 = 33.33.33.1/24

R6 ether3 = 63.63.63.1/24

Tentu cara ini bukan hal yang wajib anda lakukan hanya saja ini cara yang saya gunakan untuk mempermudah mengingat ip address dan prosess mapping pada dynamic routing OSPF ini.

Konfigurasi :

R1

//Add Ip Address

Tambahkan IP Address pada masing-masing router sesuai dengan mapping IP di atas, seperti gambar di bawah ini :

//Daftarkan NID ke OSPF

Setelah membuat ip address pada R1 langkah selanjutnya anda harus mendaftarkan semua NID pada IP Address yang terdapat di R1, langkah ini bertujuan untuk mengadvertice kepada router lain yang terhubung ke jaringan tersebut dengan cara mengirim hello paket, atau bahasa simplenya mengumumkan bahwa R1 terdapat konfigurasi OSPF kepada router lain. Jika ada router lain yang melakukan hal yang sama maka NID router tersebut akan otomatis di daftarkan ke routing table pada mikrotik R1 begitu juga sebaliknya. Untuk lebih jelasnya bisa lihat pada gambar di bawah ini :

Sampai tahap ini untuk konfigurasi pada R1 telah selesai.

Selanjutnya lakukan konfigurasi yang sama pada R2 s/d R8 seperti membuat IP Address pada masing-masing router dan mendaftarkan NID router masing-masing ke OSPF seperti pada gambar di atas.

Untuk konfigurasi IP address dan menambahkan network pada R2 s/d R8 ke OSPF saya tidak akan tampilkan gambarnya di sini, karna caranya sama saja seperti pada R1.

Di bawah ini akan saya tampilkan gambar hasil routing OSPF dari masing-masing router, mulai dari R1 s/d R8

Pada gambar di atas terdapat Flag ADo (Active, Dynamic, ospf) IP yang terdapat pada flag ADo adalah adalah IP yang di hasilkan dari hasil konfigurasi OSPF pada masing-masing router.

Setelah semua konfigurasi telah di lakukan pada R1 s/d R8 maka langkah terakhir adalah uji coba koneksi, di sini saya akan langsung melakukan uji coba mengirim paket ping dari R1 ke R8 dimana skenarionya seperti di bawah ini :

IP Address R1 = 11.11.11.1

IP Address R8 = 72.72.72.2

Hasil Ping dari R1 ke R8 dari Terminal Winbox R1

Hasil Traceroute dari R1 ke R8 Melewati Jalur R7

Allhamdulillah sampai tahap ini konfigurasi Dynamic Routing OSPF telah selesai dan semua router mulai dari R1 s/d R8 sudah dapat saling melakukan ping.

Untuk penjelasan OSPF lebih mendalam insya allah akan saya bahas pada materi berikutnya.

Semoga artikel yang sederhana ini dapat bermanfaat 🙂

 

Leave a Reply