Mengenal Lebih Jauh Subnetting Pada IP Address

Pada materi kali ini saya akan membahas sedikit tentang fungsi Subnetting IP Address dan peritungannya pada sebuah jaringan komputer namun pada praktek kedepanya saya hanya akan menitik beratkan penjelasan subnetting pada Kelas C

Kenapa hanya kelas C ?

Sebenarnya untuk perhitungan subnetting baik kelas A, B, C seluruh konsep dan cara perhitungnya hampir sama namun perbedaan yang mencolok hanyalah jumlah user dari masing – masing kelas tersebut, namun konsep awal yang harus anda fahami terlebih dahulu adalah cara perhitung subnetting dengan kelas C karna cara ini akan menjadi patokan untuk menghitung subnetting pada kelas A dan B pada materi selanjutnya.

Sebelum masuk ke materi ada beberapa hal yang harus anda fahami sebelum masuk ke hitungan subnetting, apa itu ?

  1. Apa fungsi dari subnetting ip address pada jaringan ?
  2. Kenapa harus melakukan subnetting ?
  3. Adakah cara lain pada mikrotik untuk membatasi user tanpa harus menggunakan subnetting ?

Baik saya akan jawab pertanyaan di atas satu per satu

  1. fungsi subnetting pada jaringan komputer secara garis besar untuk memecah ip address menjadi beberapa sub atau bagian pada sebuah jaringan dengan tujuan memudahkan management ip address pada perusahaan tertentu,

Sebagai contoh :

Ada kalanya di beberapa perusahaan memiliki standard ip address dengan kelas tertentu yang mana kelas ip address ini berhubungan erat dengan aplikasi yang di gunakan oleh perusahaan tersebut, namun pemilik perusahaan menginginkan setiap devisi memiliki identitas ip address, agar memudahkan saat monitoring user pada saat bekerja, jadi hanya dengan melihat ip addressnya saja seorang atasan akan tau bahwa devisi ini seharian kerja melakukan apa saja dan akses situs apa saja.

Sebagai contoh :

Semua Manager Memiliki Range IP Address : 192.168.10.2 – 192.168.10.62

Semua Staff Produksi Memiliki Tang IP Address : 192.168.10.65 – 192.168.10.126

Semua Staff Gudang Memiliki Tang IP Address : 192.168.10.129 – 192.168.10.190

Tentu akan terasa sulit jika kita membuat konfigurasi ip address seperti di atas jika tidak memahami cara perhitungan subnetting, hal yang mungkin sangat terjadi adalah tabrakan ip address atau kegagalan saat membuat ip address jika cara perhitungan subnettingnya salah.

  1. Jika di tanya kapan harus menggunakan subnetting tentu jawabanya sudah saya jelaskan di atas, tergantung prosedur perusahaan perihal aturan ip address atau kebijakan dari bagian administrator jaringan sendiri dengan tujuan untuk mempermudah pengontrolan client pada jaringan tersebut.
  2. Jika di tanya apakah ada cara lain tanpa harus pusing-pusing memikirkan hitungan subnetting namun hasilnya bisa sama seperti penggunaan subnetting, menurut saya pribadi TIDAK ADA. Subnetting adalah hitungan yang harus di fahami bagi seorang administrator jaringan, namun memang dalam kenyataanya subnetting ini sering di abaikan oleh para admin jaringan karna sudah terbiasa menggunakan prefix /24 yang menurut mereka prefix ini sudah cukup dan jika di tanya mengapa harus menggunakan perfix 24 mungkin beberapa dari mereka akan kebingungan harus menjawab apa sedangkan dalam jaringan hitungan ip address di mulai dari prefix 1 s/d 30 (untuk 31 dan 32) sangat jarang di gunakan.

Mungkin sedikit penjelasan dari saya pada materi subnetting kali ini jika ada yang kurang jelas dari pembahasan di atas silahkan di baca ulang atau tulis komentar pada kolom di bawah ini :

Dan untuk cara hitung subnetting pada kelas C anda dapat melihatnya pada link ini berikut ini : Cara Mudah Hitung Cepat Subnetting Kelas C

Allhamdulillah Semoga Artikel ini bermanfaat 🙂

Leave a Reply