Management Port Pada MikroTik

Pada pembahasan materi kali ini saya akan coba menerangkan sedikit tentang Management port pada mikrotik, kenapa fungsi di harus di terapkan dan kapan kira-kira ?

tapi sebelum kita membahas tentang management port pada mikrotik terlebih dahulu saya akan menjelaskan apa itu port, jika kita searching di mesin pencari google tentu akan banyak pengertian yang anda temukan dalam mendefinisikan port dan fungsi port, namun jika saya boleh mengambil kesimpulan sebenarnya port itu adalah sebuah identitas yang di berikan kepada aplikasi tertentu,

kok bisa mendefinisakan sendiri ?

contoh sederhana yang akan saya berikan adalah : setiap applikasi pada komputer sesungguhnya secara dafault sudah memiliki port yang di kenali oleh sistem operasi yang saat ini kita gunakan baik itu windows, linux, dan sistem operasi lainya, jadi tanpa kita sadari sebenarnya setiap mengakses applikasi tersebut sebenarnya kita memasukan port pada saat proses akses, contoh sederhana saat kita akses mikrotik melalui web browser dimana web browser ini memiliki port default 80, kita tidak di perintahkan untuk memasukan port tersebut setelah ip address karna secara default OS pada laptop kita sudah mengenali bahwa untuk web browser / www sudah memiliki port bawaan yakni 80, namun lain halnya jika port tersebut kita ubah maka mikrotik tentu tidak akan dapat mengenali akses yang kita lakukan tersebut.

untuk mempermudah pemahaman di bawah ini saya akan berikan gambar akses webfig yang telah menggunakan port :

pada gambar di atas jika saya ingin mengakses mikrotik saya menggunakan web browser maka syarat utama yang saya harus lakukan selain memasukan ip address router tentu menambahkan port di akhir ip address tersebut, sampai sini saya harap anda sudah sedikit faham fungsi port pada mikrotik, jika di ambil kesimpulan sebenarnya fungsi management port pada mikrotik di gunakan untuk memberikan keamanan lebih terhadap jaringan tersebut khususnya untuk mikrotik itu sendiri karna bukan hal yang mustahil jika nanti di jaringan yang anda bangun ada orang-orang iseng yang ingin mencoba akses mikrotik anda

oke sekarang waktunya untuk membuat konfigurasi management port pada mikrotik

//Konfigurasi Port Pada Mikrotik

sebelum konfigurasi saya akan sedikit memberikan batasan-batasan port mana saja yang boleh di masukan dan mapping port yang akan saya gunakan, hal ini di lakukan untuk meminimalisir kekeliruan saat konfigurasi

dari gambar di atas terdapat 3 jenis port namun saya tidak akan menjelaskan satu per satu karna khawatir terlallu panjang artikel ini 🙂

point utamanya saya akan menggunakan range port pada nomor 3 dimana di mulai dari 49152 s/d 65535

di sini saya akan merubah port default pada webfig seperti contoh di atas, saya akan merubah port bawaan www = 80 menjadi 50000

untuk melakukan uji coba saya akan mengakses webfig saya dengan menggunakan 2 cara

  1. Tanpa memasukan port
  2. Dengan menggunakan port

Allhamdulillah sampai sini pembahasan mengenai Management port pada Mikrotik telah selesai saya harap dari beberapa penjelasan di atas sedikit atau banyaknya dapat anda fahami

Semoga artikel ini bisa bermanfaat 🙂

Leave a Reply