Konfigurasi IP Pool Pada MikroTik

Pada materi kali ini saya akan sedikit membahas tentang fitur IP Pool yang terdapat pada mikrotik, secara garis besar sebenarnya fungsi ip pool ini adalah untuk memberi batasan kepada router mengenai range IP Address yang boleh di berikan untuk client pada suatu jaringan, baik untuk client local atau yang lainya,

salah satu contoh kasus kapan kita harus menggunakan ip pool kurang lebih seperti pada cerita di bawah ini :

jika dalam sebuah perusahaan anda telah melakukan konfigurasi ip address pada kelas tertentu dan prefix tertentu dalam hal ini misalnya : 192.168.50.1/24, dimana ip address tersebut dapat menampung total client sebanyak 254 client dalam satu jaringan, namun setelah berjalannya jaringan tersebut ternyata hanya ada 10 client (selain ip router) yang menggunakan fasilitas ip address tersebut dan sangat di sayangkan masih ada 243 ip address yang tidak di gunakan, sebenarnya ini pun tidak menjadi masalah tapi dengan alasan keamanan bisa saja kita limmitasi kembali ip address yang bisa di berikan oleh router ke client tanpa harus menghapus ip address atau mengganti prefix yang telah di buat, tentu cara ini akan mempermudah admin jika memang suatu saat ada penambahan client baru pada jaringan tersebut, dan fitur yang di gunakan untuk limmitasi ip address atau membatasi ip address pada jaringan tersebut pada mikrotik di sebut dengan IP POOL.

sampai disini saya berharap penjelasan saya bisa di pahami dan jika masih belum paham silahkan baca ulang cerita di atas 🙂

sebelum melakukan konfigurasi saya akan perlihatkan ip address yang di gunakan oleh mikrotik saya dan jumlah ip pool bawaan dari mikrotik saya, seperti pada gambar di bawah ini :

pada gambar di atas yang di beri kotak hitam adalah titik fokus kita dimana saat ini laptop saya terhubung dengan mikrotik melalui ether2 dengan ip address : 192.168.50.1/24 dan anda dapat melihat bahwa ip pool yang di miliki saat ini oleh ether2 memiliki range ip 192.168.50.2 – 192.168.50.254, dan tujan saya adalah ingin merubah ip pool ini yang nantinya hanya akan dapat di akses oleh 10 client saja.

oke untuk konfigurasi ip pool pada mikrotik ikuti langkah-langkah di bawah ini :

//Konfigurasi IP POOL pada mikrotik

di sini saya akan memberikan batasan ip pool pada ether2 di mikrotik saya dimana ip address mikrotik saya yang saat ini di gunakan yaitu : 192.168.50.1/24 dan total ip address yang bisa di bagikan ke client berjumlah 254, namun asumsikan bahwa saya hanya membutuhkan 10 ip address saja untuk client dengan range ip address : 192.168.50.2 – 192.168.50.11 (Total 10 Client)

buat range ip address yang akan di berikan ke client sesuai dengan skenario di atas :

//Tambahkan IP Pool pada DHCP Server

setelah membuat ip pool pada mikrotik langkah selanjutnya adalah menambahkan ip pool yang telah di buat ke dhcp server pada ether2 langkah ini harus di lakukan agar mikrotik dapat mengenali berapa jumlah ip address yang boleh di berikan kepada client yang tehubung ke ether2 tersebut.

Hasilnya :

untuk melakukan uji coba saya akan mereconnect laptop ke mikrotik dengan tujuan agar untuk memperbaharui ip address yang di terima oleh laptop saya

pada gambar di atas mikrotik saya telah mendapatkan ip address 192.168.50.11, dimana ip tersebut termasuk dalam range ip yang telah saya buat sebelumnya.

Allhamdulillah sampai tahap ini seluruh konfigurasi IP Pool pada mikrotik telah berhasil

saya berharap penjelasan singkat di atas dapat anda pahami dan semoga artikel ini bisa bermanfaat 🙂

Leave a Reply